Namanya ani, usianya 18 tahun. Ia baru saja lulus dari sekolah menengah atas (SMA) di salah satu sekolah ternama yg ada di kotanya. Ani gadis yang cantik,bahkan dijuluki permadani sewaktu ia masih di jenjang sekolah dulu. Selain wajahnya yg cantik rupawan, ia juga memiliki otak yang encer. Ia menjadi pilihan utama bila ada lomba studi tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi sewaktu masih sekolah dulu.
"An, kamu lanjut kuliah dimana?" Tanya mita sahabat ani.
"Mm,, kaya'nya saya nganggur dulu deh mit" jawab ani yg terlihat sedikit murung. Kalo kamu mit,lanjut dimana?" Tanya ani kembali.
Mita yg lagi asyik makan snack,menjawab pertanyaan ani. " saya lanjut di universitas ma×××o ni" jawab mita sambil mengunyah snacknya.
"Owh gitu" jawab ani sekenanya..
Obrolan mereka pun berakhir disitu. Sebab langit sudah mulai kembung ingin menjatuhkan irisan-irisan airnya.
"An, saya pulang dulu yah,udah mau hujan nih,mau angkat pakaian" terang mita pada sahabatnya itu.
" ia mit" jawab ani..
Seakan langit ikut bersedih atas kesedihan yang menimpah gadis cantik yang malang itu. Ani berasal dari keluarga yang kurang mampu. Ayahnya telah tiada,meninggal sewaktu ia berumur 7 tahun. Sedangkan ibunya sudah rentah,sakit-sakitan pula. Biaya hidupnya pun hanya tergantung pada pamannya. Pamannya pun sudah berkeluarga,ani tak enak hati bila terus-terusan bergantung pada paman dari bapaknya tersebut.
Melihat keadaan ibunya yg sakit-sakitan, ani menjadi begitu bermuram hati.
"Ya allah apa yang harus sy perbuat" ani berfikir panjang. Selama semalam ia tak bisa tertidur. Bahkan untuk memjamkan mata saja susah.
"Saya harus kerja,sy tdk tega melihat kondisi ibu saya ya allah" fikir ani dalam hati.
malam pun berganti pagi, terlihat mata ani yg memerah karena tak bisa tidur semalaman. Hatinya bak di iris belati, ketika melihat kondisi ibunya yang makin hari makin menyesakkan batin. Lambat laun dengan hati yg telah dibukatkan,dan jiwa di tenangkan. Ani membereskan separoh pakaiannya dan menitip surat di bawah bantal sang ibu.
Jam menunjukkan pukul 8 pagi, ia pun pergi dan berharap belum mau menengok ke belakang ,sebab,matanya tak lagi ingin basah oleh air mata.. dengan niat yg urung besar, gadis cantik itu pergi meninggalkan rumah dengan benih benih halus air mata.
Dengan berjalan kaki, ani terus menelusuri jalanan kota yg berbaur dengan asap kendaraan bermotor.
" ya allah, kemana kaki ini harus melangkah" bisik dalam hatinya.
Tiba-Tiba, ada seorang wanita yang menyapanya dari belakang.
"Hey, kamu kenapa? Kok sedih?" Tanya wanita berpirang tersebut.
"Ti.. tidak kenapa kenapa" jawab ani kepada wanita yg baru dikenalnya itu. Wanita itu pun tersenyum.
"Sudahlah,, ngga usah bohong, aku tau kamu lagi bersedih.. kamu ada masalah apa,ceritakan padaku" tanya wanita berdada besar itu lagi. Ani pun sedikit terdiam, akhirnya gadis itupun buka suara dan menjelaskan terus mengapa ia bersedih.
"Ooowh... gitu, gini,,aku punya pekerjaan untuk kamu, kamu mau gak jadi pemandu di karaoke aku?" Tanya wanita itu. Melihat sang gadis hanya diam, wanita yang biasa disebut mami itupun buka suara lagi.
"Tenang an, kamu akan aku gaji sesuai wajahmu itu,dan pastinya bisa membantu pengobatan ibumu yang sakit-sakitan." Terang si mami tersebut.
Seakan wajah ibunya terpatri dalam hatinya,betapa pilu raganya. Dengan suara yg parau bergetar, ani pun mengiyakan pekerjaan yg diberikan si wanita itu.
" i..i ya saya bersedia " jawab gadis berlesung pipi tersebut.
Akhirnya,dibawalah gadis cantik permadani itu untuk menjadi buah mata di tempat karaoke tersebut.
Karena desakan ekonomi yang jelek. Gadis ulung itupun masuk ke lembah hitam. Namun bayaran dari pekerjaannya itu membuat sang ibunda menjadi beruntung dan sembuh total dari penyakitnya..
Gaun-gaun berbentuk bikini menjadi santapan yang melekat ditubuhnya. Namun, harta mulianya tak pernah tersentuh tangan-tangan biadab. Biarkan mata mereka yang asik menelanjangiku, asal tak sepenuhnya batinku dan jiwaku mereka haramkan!!!
Bersambung...
(HYm)
2 komentar:
Hi.
silahkan pasang iklan monggo
Hi.
silahkan pasang iklan monggo
Posting Komentar