Nyalakan langkah demi langkah, menanti pasir dari laut.di beri kesempatan pada dunia,namun benih dosa menantinya..abu dari langkah-langkahnya, menjawab nista dalam hidupnya. Berbagai macam dosa mengelilinginya,bagai hati sudah terkunci. Pagar jiwa sudah di tembus, menyengsarakan jiwa demi jiwa. Pengangkat dosa belum di tebus, menambah lagi jurang nista. Hati seolah mati, bagai duri di pelupuk kaki. Keindahan dalam hidup seolah luluh dalam lingkaran hitam. Bunyi naas makin menjadi, di telan dosa yang menyelimuti. Wahai syuhada syuhadi menanti HIDAYAH dalam hati. Supaya suci kembali!!
Gambaran busuk telapak kaki, menapak jalan yang hitam pekat. Barisan doa doa terlewati, dalam jumpa tak kunjung jumpa. Mana mungkin bertemu sang kuasa. Bagai burung dalam sangkar, tertikam belati lagi perih, seakan indah hanya nestapa, tak yakin akan sumpah pengutusnya.
Belahan bumi makin terlihat, jalanan rusak makin dibuat. Labuan puasa tidak ada lagi,maunya hanya terus berbuat.
Semburan cahaya seperti kilat, walau ombak menanti pagi, tegangan kayu yang basah, tersapu oleh derasnya hujan..
Kembalilah pada kuasa, seakan dunia tak berguna.. walau hanya sepintas doa, agar HIDAYAH diberikannya.
Aminn..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar