Pagi itu sekitar jam 6 setelah bangun pagi,seperti biasa saya cuci muka langsung mandi (dingin men,).
Tidak nampak seperti hari-hari biasanya men,pagi itu nampak agak mendung. Sepertinya akan segera hujan.(fikirku). Mantap juga nih kalo hujan,dingin dingin gimana gitu.
Akhirnya hujan pun turun dengan sangat deras..... akupun tertidur pulas)
Setelah hampir 2 jam hujan mengguyur kota cengkeh itu,akhirnya berhenti juga. Amiin...
Waktunya beraksi....
Waktu saya singkat ya...
Sore pun tiba,untung saja tidak hujan(fikirku lagi) sebab hari ini saya akan menjelajah mengelilingi duniaaaaaaaaa..(lebeybenget)..ok..
Yg sebenarnya kali ini saya akan mencoba memburu sunset di salu yang katanya indah menawan berstektur emas .. w0w..
Namun perjalanan menuju dusun itu cukup menguras keringat dan emosi. Sebab akses menuju dusun itu sungguh terlalu... terlalu sangar.. namun tidak apa-apa karna saya berfikir,apa apa yang indah itu pasti membutuhkan perjuangan. *sikJos*
Akhirnya setelah melintasi jalan bebatuan,melewati sarang burung walet. Saya pun tiba di dusun itu.
Inilah dia jembatan gantung yang menghubungkan daratan desa tambun ke pulau salu. Keren bukan? Cuma agak menyeramkan dikit. Apalagi kalau ada motor yg nyebrang,serasa ngedumang.
Setelah melewati jembatan ini, saya merasa legah dan siap mengakses lebih dalam lagi pulau yang mayoritas penduduknya suku toli-toli.
Rumah Rumah masyarakat dusun salu
Pemandangan dari jauh jembatan gantung salu
Dermaga salu
Setelah menikmati keindahan salu,waktu pun tak terasa sudah tiba dimana matahari akan tenggelam.
Saya langsung menuju dimana letak sunset yg katanya indah itu berada.
Dan inilah dia..






Tidak ada komentar:
Posting Komentar